Minggu, Februari 25, 2024
MinerbaBatubaraHadapi Transisi Energi, Produsen Batubara Gencar Hilirisasi

Hadapi Transisi Energi, Produsen Batubara Gencar Hilirisasi

Para produsen batubara gencar dalam melakukan hilirisasi dan mulai memasuki sektor energi baru terbarukan (EBT). Hal tersebut merupakan salah satu tanggapan dalam menghadapi tantangan transisi energi.

Sekretaris PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Dileep Srivastava mengutarakan, bahwa BUMI menyadari di masa yang akan datang peningkatan energi terbarukan akan terjadi. Sehingga BUMI tengah berupaya untuk mengeksplorasi sejumlah bidang bisnis yang berkelanjutan.

BUMI melalui PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Pendopo Energi Batubara, menawarkan kerja sama tenaga surya dan menjajaki kelayakan berbagai proyek energi hijau. Bumi bersama dengan anak perusahaannya, KPC sedang menggarap gasifikasi batubara menjadi metanol.

Proyek gasifikasi metanol tersebut memiliki 1,8 juta ton pertahun. Dengan proyek gasifikasi batubara menjadi produk metanol dan bahan kimia, sudah sesuai dengan prioritas nasional.

Baca Artikel  Multiplier Effect di Sektor Pertambangan, Apa Saja Ya?

KPC sedang menggarap pembangunan fasilitas pengolahan batubara menjadi metanol di Bengalon, Kalimantan Timur.

Pada proyek tersebut BUMI melakukan kolaborasi dengan Ithaca Group dan Air Product. Tahapan commissioning direncanakan pada 2024 mendatang.

Dileep juga mengungkapkan jika BUMI melakukan diversifikasi pendapatan dan meningkatkan nilai dalam waktu dekat, dengan investasi emas, seng, tembaga dan timah di PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).

Produsen lainnya yang sedang gencar dalam menggarap bisnis energi terbarukan adalah PT Bukit Asam Tbk (PTBA).

Adanya Perjanjian Paris, PTBA menambah dua pilar bisnis yaitu dengan masuk ke dalam bisnis EBT dan menjajaki manajemen karbon.

Baca Juga : Hilirisasi Batubara Jadi Grafit Sintetik Berpotensi Tinggi

Baca Artikel  Top! Jerman Sampai India Fokus Incar Batubara Indonesia

Direktur Utama Bukit Asam Suryo Eko Hadianto mengatakan, sudah ada sejumlah kontribusi PTBA di sektor EBT.

Salah satunya adalah bekerja sama dengan PT Angkasa Pura II membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 241 KWP, investasi PLTS ini mencapai US$194.400.

Tidak hanya itu, PTBA menyatakan jika proyek gasifikasi akan menjadi pilar bisnis perusahaan di masa depan.

Ia juga memastikan proyek gasifikasi akan segera berjalan, hal ini ditandai dengan penandatanganan Amandemen Perjanjian Kerja Sama Pengembangan DME antara PTBA, PT Pertamina, dan Air Product & Chemicals Inc. (APCI).

Mungkin kalian suka baca :

Artikel Terbaru

Artikel Populer