Minggu, Juni 16, 2024
Berita TambangHarga Timah Meroket, Waktu yang Tepat untuk Menambang

Harga Timah Meroket, Waktu yang Tepat untuk Menambang

Harga Timah Meroket – Pada Senin (12/1/2021) pukul 10.38 WIB harga timah dunia tercatat US$ 40.995/ton. Melesat 1,35% dibandingkan harga penutupan kemarin.

China adalah produsen timah olahan terbesar terbesar di dunia dengan produksi 202.900 ton pada 2020. Namun sebagian besar perusahaan mulai menghentikan produksinya karena pemeliharaan dan jelang olimpiade musim dingin serta imlek bulan Februari.

Produksi timah yang berhenti, tentu saja akan mengurangi pasokan di pasar dan mendorong harga timah. Timah sendiri adalah bahan baku yang dipakai di barang konsumsi seperti smartphone, laptop, dan barang digital konsumen lainnya melalui solder dalam chip semikonduktor.

Memang pertumbuhan harga timah untuk tahun 2022 diprediksi akan tetap menguat. Namun, pertumbuhannya akan lebih stabil dibandingkan lonjakan yang tajam pada tahun 2021.

Baca Artikel  Keren! Kini Limbah Tambang Emas Bisa Jadi Bahan Bangunan

Diperkirakan rata-rata harga timah US$ 31.000/ton. Perkiraan ini lebih rendah 0,06% dari rata-rata harga timah tahun 2021 sebesar US$ 31.172/ton.

Namun ada pandangan yang lebih optimis dengan memperkirakan rata-rata harga timah pada tahun 2022 tumbuh 4,3% menjadi US$ 32.500/ton.

Permintaan timah banyak datang dari sektor energi baru terbarukan (EBT). Solder timah menjadi bagian utama dari sel fotovoltaik, yang merupakan komponen utama pembuatan panel surya.

Baca Juga: Yeay HPE Pertambangan Februari 2022 Naik, Ini Rinciannya!

Sehingga pertumbuhan permintaan mendorong peningkatan investasi untuk memproduksi timah lebih banyak.

Namun pada 2022 diperkirakan banyak negara akan mengurangi stimulus moneter sehingga berdampak pada uang yang berada di pasar atau likuiditas. Ini berdampak negatif bagi komoditas sehingga pertumbuhan ekonomi global bisa berjalan lebih lambat.

Baca Artikel  Ingin Usaha Tambang Kamu Aman dan Resmi? Begini Caranya!

Untuk itu ekonomi global diproyeksikan menjadi 4,1%, turun dari proyeksi sebelumnya 4,3%. Proyeksi tersebut juga lebih rendah dari pertumbuhan 2021 sebesar 5,5%. Ekonomi yang melambat akan meredam tingkat konsumsi masyarakat.

Mungkin kalian suka baca :

Artikel Terbaru

Artikel Populer