Senin, April 15, 2024
Berita TambangHolding Kideco Fokus Diversifikasi Strategi Bisnis

Holding Kideco Fokus Diversifikasi Strategi Bisnis

Kideco Fokus Diversifikasi – Holding PT Kideco Jaya Agung, PT Indika Energy Tbk (INDY) kini tengah melakukan diversifikasi strategi bisnis untuk memperbesar porsi pendapatan dari sektor non-batubara,

Saat ini, INDY semakin serius merambah sektor energi terbarukan dan ekosistem kendaraan listrik.

Pada Jumat (21/1) lalu, INDY telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Indonesia Battery Corporation (IBC), Hon Hai Precision Industry Co. Ltd. (Foxconn) dan Gogoro Inc. (Gogoro).

Diperkirakan total investasi keseluruhan proyek ini bisa mencapai US$ 8 miliar.

Kerja sama dalam megembangkan ekosistem kendaraan listrik dan berbagai industri pendukungnya.

Kerja sama ini nantinya akan dilakukan dengan skema Build, Operate & Localize (BOL) di Indonesia.

Baca Artikel  Mari Kenali Jenis-jenis Bahan Galian Tambang

Lingkup kerja sama ini juga mencakup pengembangan industri penunjang EV, yang meliputi energy storage system (ESS), battery exchange (swap station), baterai daur ulang, serta penelitian dan pengembangan (R&D) di bidang baterai elektrik dan EV.

Skema BOL akan dilaksanakan dalam tiga tahap. Yakni membangun, mengoperasikan dan melokalisasikan, untuk meningkatkan kapasitas industri Indonesia di bidang industri baterai listrik, industri kendaraan listrik dan industri pendukungnya.

Langkah nyata dan serius diversifikasi bisnis Indika Energy tersebut, diwujudkan pada awal 2021 dengan mendirikan PT Electra Mobilitas Indonesia (EMI), untuk mempercepat transisi pasar motor listrik dan ekosistemnya.

Kerjasama INDY dengan IBC, Foxconn dan Gogoro untuk membangun ekosistem EV ini sempat mendongkrak pergerakan saham INDY, yang melesat 24,92% ke level Rp 1.980 per saham pada perdagangan Senin (24/1).

Baca Artikel  Apa Itu Pertambangan Berwawasan Lingkungan?

Namun pada perdagangan Selasa (25/1) esoknya, terkoreksi 4,8% dan ditutup di level Rp 1.885 per saham.

Meskipun ditutup melemah, secara Year to Date (YTD), saham INDY masih tetap berada di zona hijau setelah menguat sebesar 22,01%.

Baca Juga: Bingung Gimana Mengelola Limbah Tambang? Ini Caranya…

INDY memang masih bertumpu pada sektor batubara, yang menopang lebih dari 80% dari pendapatannya. Sisanya berasal dari sektor non-batubara.

INDY menargetkan kenaikan pendapatan dari sektor non-batubara hingga 50% pada tahun 2025.

Tahun ini INDY menargetkan produksi mencapai 35,8 juta ton, sebesar 34 juta ton dari Kideco Jaya Agung dan sebesar 1,8 juta ton dari PT Multi Tambangjaya Utama (MUTU).

Baca Artikel  Mengenal Kegiatan Eksplorasi Batubara : Logging Geofisika

Sementara tahun ini INDY akan menggelontorkan capital expenditure (capex) hingga US$ 193 juta, naik dari alokasi capex INDY tahun lalu di kisaran US$ 124,8 juta.

Mungkin kalian suka baca :

Artikel Terbaru

Artikel Populer