Senin, Juni 27, 2022

India Bakal Datang ke Indonesia, Mau Pesan Batubara

India bakal datang ke Indonesia – India merupakan negara tujuan ekspor batubara terbesar kedua Indonesia setelah China. Pada 2021, Indonesia mengekspor batubara ke India sebanyak 97,5 juta ton.

Saat ini India sedang dalam ancaman krisis listrik akibat gelombang panas yang membuat kebutuhan energi melonjak.

Selain itu, ada badai monsun yang menyebabkan bencana banjir di daerah pertambangan. Dua tahun terakhir konsumsi listrik India meningkat sekitar 10% karena bekerja dari rumah dan pendingin ruangan.

Pemerintah India menyebut kemungkinan krisis energi pertama negeri itu dalam 6 tahun. Lebih dari separuh dari 135 pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) India, kini berebut untuk mengamankan pasokan batubara mereka karena persediaan mencapai titik terendah. 

Krisis energi India ini dapat menjadi semakin buruk dan berlangsung lama hingga September tahun ini karena permintaan listrik yang sama sekali tidak menurun.

Sementara diperkirakan India hanya mampu memasok 154,7 juta ton batubara pada 2022, lebih rendah dari kebutuhan nasional yang mencapai 197,3 juta ton pada periode yang sama tahun lalu. Salah satu pilihan solusi yang tersedia yakni, India harus mengimpor 42,5 juta ton batubara.

Pada 2021, Coal India Limited memproduksi 596,2 juta ton batubara atau setara dengan 83% produksi domestik.  Sehingga India diperkirakan akan ekspor batubara dari Indonesia sebesar 11,06 juta, naik dibandingkan April yang mencapai 8,13 juta ton.

Baca Juga: Imbas Konflik Rusia-Ukraina, Eropa Pesan Batubara Indonesia

Pada 2022 ini produksi batubara Indonesia ditargetkan mencapai 663 juta ton dan konsumsi dalam negeri sebesar 165,7 juta ton. Sampai pada 16 Juni 2022 ini produksi batubara Indonesia sudah menembus 270,24 juta ton

Diberitakan juga bahwa beberapa perusahaan batubara Indonesia telah mengajukan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2022, khususnya revisi peningkatan produksi batubara.

Kemungkinan besar pemerintah akan menyetujui tambahan produksi tersebut, khususnya untuk mengantisipasi kenaikan permintaan dari negara-negara Uni Eropa. 

Related Articles

Indonesia
14,516
Total active cases
Updated on June 27, 2022 12:09 pm

Latest Articles