Minggu, Juni 16, 2024
Berita TambangIndonesia Punya Harta Karun Bauksit 1,2 Miliar Ton!

Indonesia Punya Harta Karun Bauksit 1,2 Miliar Ton!

Berdasarkan data Booklet Bauksit Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dalam mengolah data USGS Januari 2020 jumlah cadangan bauksit Indonesia mencapai 1,2 miliar ton.

Dengan kata lain, Indonesia memiliki 4 persen cadangan bijih bauksit dunia yang sebesar 30,39 miliar ton.

Jumlah cadangan bauksit Indonesia berada di urutan keenam dunia. Urutan pertama dipegang oleh Guinea dengan jumlah 24 persen, Australia sebesar 20 persen, Vietnam sebesar 12 persen, lalu Brazil sebesar 9 persen dan peringkat kelima ada Jamaika sebesar 7 persen.

Masih dari data Kementerian ESDM, Indonesia punya sumber daya bijih terukur bauksit mencapai 1,7 miliar ton, dan logam bauksit 640 juta ton.

Semetara untuk cadangan terbukti bijih bauksit Indonesia adalah sebesar 821 juta ton dan logam bauksit 299 juta ton.

Baca Artikel  Apa Aja Sih Syarat Izin Usaha Tambang?

Namun, sangat disayangkan harta karun bauksit tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Indonesia saat ini masih mengimpor logam aluminium sebanyak 748 ribu ton untuk setiap tahunnya.

Peristiwa tersebut bisa saja dihindari jika Indonesia membangun industri pengolahan (smelter) bauksit menjadi alumina hingga aluminium.

Aluminium sendiri memiliki manfaat dan nilai tambah yang besar, dapat digunakan untuk bahan baku bangunan dan konstruksi, peralatan mesin, transportasi, kelistrikan, kemasan, barang tahan lama dan lainnya.

Bila Indonesia memiliki industri aluminium terintegrasi dari hulu atau tambang tersebut, lalu smelter alumina, dan smelter aluminium, maka bukan tak mungkin target penerimaan negara Rp 1.000 triliun dari sektor industri pertambangan bisa terwujud.

Baca Artikel  FABA Telah Dikeluarkan dari Kategori Limbah Berbahaya

Baca Juga : Harta Karun Tembaga Indonesia urutan Ke-7 Dunia!

Direktur Pembinaan Program Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Sunindyo Suryo mengatkana, produksi aluminium PT Inalum (Persero) saat ini sebesar 250.000 ton per tahun. Jumlah tersebut masih kurang untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Sunindyo menambahkan, selain dibutuhkan penambahan smelter. Indonesia juga perlu penguasaan teknologi dalam industri aluminium secara bertahap. Salah satu contohnya adalah dengan membentuk suatu perusahaan domestik.

Mungkin kalian suka baca :

Artikel Terbaru

Artikel Populer