INDY Bidik 50% Pendapatan Sektor Non Batu Bara

Di bisnis penyimpanan BBM, PT Indika Energy Tbk. baru saja menyelesaikan proyek penyimpanan BBM di Kalimantan Timur yang eksklusif untuk Exxonmobil dan telah beroperasi pada awal November 2020. 

Proyek itu diproyeksi dapat menyumbang Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) atau pendapatan sebelum bunga, pajak, dan amortisasi  sampai dengan US$15 juta.

Selain itu, untuk sektor tambang emas, perseroan saat ini telah memiliki 42,4 persen kepemilikan dan mempunyai opsi untuk meningkatkan kepemilikan menjadi 53,9 persen di proyek Awas.

Proyek itu ditargetkan mulai berproduksi pada 2022/23 dengan estimasi volume produksi mencapai 100.000-130.000 ons per tahun.

Sementara itu, PT Indika Energy Tbk. juga tengah menjejaki prospek energi terbarukan dan bisnis lainnya, seperti pembangkit listrik dengan tenaga surya, biomassa, dan energi lainnya.

Baca Artikel  Target Produksi Kideco Meningkat Jadi 35,7 Juta Ton

Perusahaan masih mengeksplor bentuk kerja sama baik jadi developer, kerja sama dengan domestik atau internasional, jadi EPC (engineering, procurement, and construction) manufakturing atau kerjasama potensial operator dan lain-lain. 

Adapun, saat ini perusahaan sudah memiliki proyek pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di tambang milik PT Kideco. 

Meskipun kapasitas PLTS itu masih kecil, pengembangan itu dapat menjadi medium perseroan untuk belajar dan sebagai tahapan awal perseroan berkecimpung bisnis itu.

Di sektor teknologi, perseroan mengembangkan platform teknologi yang mengoptimalkan kinerja armada dan efisiensi produksi batu bara, bertajuk Minerva.

Di sisi lain, perseroan juga tengah mengkaji proyek gasifikasi batu bara, baik proyek Underground Coal Gasification (UCG) maupun kajian yang gasifikasi yang dilakukan bersama dengan PT Pertamina dan PT Adaro Energy Tbk. (ADRO).

Baca Artikel  Harga Batubara Meroket, Saham Holding Kideco Ikut Memanas