- PT Pertamina (Persero)
PT Pertamina (Persero) yang tentunya sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia.
Perusahaan bahan bakar, minyak, dan gas bumi ini pada tahun 2020 mencatatkan laba bersih sebesar 1 miliar USD atau sekitar 14 triliun rupiah.
Pertamina optimis bisa mencetak laba dua kali lipat pada tahun 2021 menjadi 2 miliar USD atau sekitar 28 triliun rupiah.
Perusahaan pertambangan yang mengelola bahan bakar minyak, non minyak, gas, pelumas, dan petrokimia ini memiliki enam kilang minyak dengan total produksi 1.031 ribu barel per hari (MBSD), pabrik petrokimia dengan total kapasitas 1.507.950 ton per tahun, dan pabrik LPG dengan total kapasitas 102,3 juta ton per tahun.
- PT Freeport Indonesia
Perusahaan ini diresmikan pada tanggal 7 April 1967. PT Freeport merupakan perseroan tambang emas terbesar di dunia dan merupakan tambang tembaga terbesar ketiga di dunia.
Perusahaan tambang yang beroperasi di Papua ini memprediksi net income sebesar 870 juta USD pada tahun 2021, dan memperoleh pendapatan sebesar 1,5 miliar USD pada tahun 2022.
Pemerintah Indonesia sendiri sudah menginvestasikan saham di Freeport sebesar 51,23% dan diprediksi akan balik modal pada tahun 2025 mendatang.
- PT Agincourt Resource
Perusahaan tambang ini beroperasi di bidang tambang mineral dan berkontribusi untuk pemenuhan kebutuhan mineral masyarakat Indonesia serta menjalani berbagai program CSR dan produktivitas.
PT Agincourt Resource memiliki tambang emas bernama Martabe dengan luas sekitar 130.300 hektar di pesisir barat Sumatera Utara.
PT Agincourt Resource memiliki total kapasitas 5,5 juta ton bijih per tahun dan mampu menghasilkan 350.000 ounces emas serta 2-3 ounces perak per tahun.
Dengan total karyawan kontraktor mencapai 3.000, perusahaan ini meraup pendapatan 5,54 triliun pada tahun 2020.




