Inspiratif! Begini Perjalanan Karir Arsjad Rasjid Calon Ketum Kadin

Namun, pada tahun 1998 krisis moneter melanda dan di waktu yang bersamaan Sudwikatmono jatuh sakit. Arsjad lalu turut membantu membereskan perusahaan milik ayah Agus yang direstrukturisasi BPPN.

Kemudian tahun 2003, Arsjad dan Agus berniat membangun pembangkit listrik tapi terkendala modal. Akhirnya mereka memutuskan pergi ke China untuk mencari rekanan.

Di Tiongkok, keduanya mendapat peluang dari perusahaan China yang tengah mencari batubara untuk pembangkit listrik. Peluang itu dibaca Arsjad dengan baik hingga membuatnya segera mencari tambang batubara meski tidak ada modal untuk membeli tambang. 

Sampai akhirnya usaha yang dilakukan Arsyad berbuah manis dan membuat  perusahaan China mau membiayai pembelian tambang tersebut. 

Baca Artikel  ‘Ngwenya Mine’ Si Tambang Tertua di Dunia

Kejadian itulah yang pertama kali membuat Arsjad dan Agus berkecimpung di industri batubara hingga kemudian melahirkan Indika Energi. Kini, Indika Energi menjadi salah satu perusahaan besar batubara di Tanah Air.

Dalam perjalanan karir nya, Arsyad beberapa kali dipercaya menjadi komisaris di perusahaan bergengsi, beberapa di antaranya Komisaris PT Net Mediatama Televisi (NET), Komisaris PT Grab Teknologi Indonesia, Presiden Komisaris PT Petrosea Tbk (2015-2016), Komisaris PT Tripatra Engineers & Constructors dan masih banyak lagi.

Meski memimpin perusahaan besar, Arsyad selalu melibatkan keluarga dalam setiap keputusan pentingnya. Begitu pula saat dirinya pernah diisukan masuk ke dalam jajaran kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Baca Artikel  Inspiratif! Fuad Hadzic 30 Tahun Puasa di Bawah Tanah

Dalam pernyataannya, keluarga Arsyad lebih merestuinya jika menggeluti dunia bisnis. Lebih lanjut, menurut Arsjad, jabatan seorang menteri adalah panggilan negara. Namun jika keluarga tak merestui maka akan sulit berjalan.

Tawaran lain yang datang padanya adalah pencalonan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin). Dia kembali mendiskusikannya dengan keluarga dan berkonsultasi dengan beberapa senior mengenai kepatutannya. Ternyata, para senior berpengalaman mendukung penuh pencalonannya.