Kamis, Oktober 28, 2021

Intip Potensi Logam Tanah Jarang di Nikel Indonesia

Seperti halnya negara lain, Indonesia juga memiliki logam tanah jarang super langka pada komoditas tambangnya. Tidak hanya di daerah yang kaya akan timah, ternyata Indonesia juga memiliki potensi logam tanah jarang yang terkandung di dalam laterit nikel.

Potensi logam tanah jarang yang terdapat di endapan nikel, tersebar di beberapa daerah di Indonesia seperti Parmonangan, Tapanuli, Sumatera Utara, Ketapang, Kalimantan Barat, Taan, Sulawesi Barat, dan Banggai, Sulawesi Tengah.

Adapun sumber daya logam tanah jarang dari beberapa daerah tersebut mengandung 20.579 ton.

Seperti yang diketahui, logam tanah jarang bisa diperoleh dari produk hasil smelter nikel berteknologi atau High Pressure Acid Leaching (HPAL). Produk utama smelter HPAL yang berupa Mixed-Hydroxide Precipitate (MHP) dan Mixed-Sulphide Precipitate (MSP) dapat digunakan sebagai komponen baterai.

Adapun cadangan terbukti nikel di Indonesia yang bisa diolah dengan smelter HPL ini mencapai 359 juta ton. 

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI mengatakan, Indonesia berpotensi menghasilkan 1.324 ton logam tanah jarang unsur skandium dari investasi smelter HPAL yang bernilai US$6,25 miliar.

Investasi yang menghasilkan logam tanah jarang ini membutuhkan bijih nikel hingga sekitar 32 juta ton per tahun.

Keberadaan logam tanah jarang unsur skandium sebenarnya secara geokimia sangat sulit ditemukan dalam jumlah besar, sehingga produksinya sangat terbatas.

Baca Juga : Deretan Negara Ini Raup Untung Besar Dari Bisnis Nikel

Menurut Data Kementerian ESDM, pasokan skandium oksida hanya 5-12 ton per tahun dengan harga yang tidak stabil sekitar US$2.000-4.500 per kg. Sementara kebutuhan per tahun untuk logam tanah jarang ini mencapai 12-14 tahun.

Oleh karena itu, masih diperlukan kegiatan eksplorasi untuk mengetahui jumlah pasti dari sumber daya dan cadangan logam tanah jarang unsur skandium, khususnya dari nikel laterit di Indonesia. 

Related Articles

Indonesia
12,735
Total active cases
Updated on October 28, 2021 1:43 pm

Latest Articles