Sabtu, September 18, 2021

Jadi Pelanggan! Konsumsi Batubara Asia Pasifik Meningkat

Di tengah situasi dimana sejumlah negara maju yang menggaungkan kampanye energi bersih bahkan menghentikan konsumsi batubara, di sisi lain Asia Pasifik nampaknya masih menjadi pelanggan setia dengan konsumsi batubara Asia Pasifik yang terus meningkat.

Konsumsi batubara di Kawasan Asia-Pasifik diprediksi akan terus meningkat setidaknya hingga 2035.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia menyampaikan, pada 2035 permintaan impor batubara di Kawasan Asia-Pasifik diperkirakan mencapai 900 juta ton, meningkat dari permintaan impor tahun ini yang sebesar 800 juta ton. 

Perkiraan konsumsi impor batubara tersebut diprediksi mengalami kenaikan karena bakal meningkatnya permintaan impor dari negara-negara di Samudera Hindia menjadi lebih dari 200 juta ton dan dari Asia Timur sebesar 400 juta ton.

Meningkatnya konsumsi impor batubara juga terjadi di Asia Tenggara yang menjadi sekitar 250 juta ton pada tahun 2035, meningkat dibandingkan tahun ini yang jumlahnya sekitar 150 juta ton. 

Prospek peningkatan konsumsi batubara juga terjadi di negara Asia lainnya yakni India dan China hingga 40 tahun kedepan, sedangkan Korea dan Taiwan membutuhkan konsumsi batubara paling tidak hingga 1 dekade kedepan.

Baca Juga: Tak Cuma Surveyor! Ini Prospek Kerja Lulusan Geodesi

Konsumsi batubara pada tahun depan juga diperkirakan dapat terus meningkat meskipun belum menyentuh angka kenormalan sebelum pandemi.

Dari total konsumsi batubara di Kawasan Asia-Pasifik yang mencapai 800 juta ton, sekitar 100 juta ton nya berasal dari Indonesia.

Negara-negara di Asia-Pasifik yang menjadi pelanggan batubara dengan pangsa terbesar antara lain adalah India, China, Asia Tenggara, Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan.

Related Articles

Indonesia
68,942
Total active cases
Updated on September 18, 2021 2:47 pm

Latest Articles