Senin, Mei 27, 2024
MinerbaBatubaraPeluang Ekspor Batubara Indonesia Saat Rusia Memanas

Peluang Ekspor Batubara Indonesia Saat Rusia Memanas

Ekspor batubara Indonesia – Rusia akan dijatuhi sanksi jika terlibat konflik dengan Ukraina. Karena Rusia merupakan pengekspor gas utama ke Uni Eropa. Ketika harga gas meningkat, maka perusahaan di Eropa cenderung beralih ke batubara.

Sejumlah perusahaan di Eropa mulai meningkatkan impor batu bara mereka. Pengangkutan batu bara ke Eropa naik 55,8 persen pada Januari dibandingkan tahun lalu, menjadi 10,8 juta ton.

Dari angka tersebut Rusia memasok 43,2 persen batu bara, sementara Australia menyediakan 19,1 persen.

Keadaan ini diperkuat oleh musim dingin yang masih berlangsung di Eropa, yang menyebabkan terjadi peningkatan konsumsi energi.

Selain kebutuhan listrik harian, energi listrik juga dibutuhkan untuk pemanas ruangan. Peningkatan kebutuhan ini tidak didukung oleh produksi yang memadai.

Baca Artikel  Indonesia Punya 8 Strategi Pengelolaan Pertambangan Optimal

Meskipun konflik Rusia dan Ukraina membawa angin segar bagi ekspor batubara nasional, peta tujuan ekspor batubara Indonesia secara garis besar tidak mengalami perubahan.

Setelah sempat dilarang, pemerintah mulai membuka keran ekspor batubara bagi perusahaan yang memenuhi kewajiban pemenuhan batu bara bagi kepentingan dalam negeri (domestic market obligation/DMO) pada pertengahan Januari 2022.

Pasar ekspor batubara Indonesia hampir tidak ada perubahan. Seluruh kegiatan ekspor batubara nasional telah terjadwal.

98 persen ekspor batubara Indonesia adalah ke wilayah Asia Pasifik. Negara-negara tujuan ekspor batu bara Indonesia adalah negara negara Asean, Tiongkok, India, Jepang, Korea Selatan dan Taiwan.

Baca Juga: Catat! Ini 5 Macam Tindak Pidana di Pertambangan

Baca Artikel  Yeay, Keran Ekspor Batubara Dibuka Lagi!

Saat ini kenaikan harga minyak dunia menyentuh angka US$ 94,77 untuk minyak jenis WTI dan US$ 95.85 untuk minyak jenis Brent, turut mempengaruhi biaya operasional tambang batubara.

Kenaikan harga minyak meningkatkan biaya operasional pertambangan batubara. Karena komponen bahan bakar cukup besar kontribusinya.

Tetapi tidak akan berdampak besar pada kinerja ekspor komoditas batubara dalam jangka pendek, selama demand masih tinggi, ini peluang yang bagus.

Mungkin kalian suka baca :

Artikel Terbaru

Artikel Populer