Kamis, Juli 25, 2024
Berita TambangPemetaan Topografi di Pertambangan, Kenapa Penting Dilakukan?

Pemetaan Topografi di Pertambangan, Kenapa Penting Dilakukan?

ilmutambang.com – Dalam geologi-pertambangan, teknik geodesi, sipil-arsitektur, geofisika dan ilmu pertanian, pemetaan topografi merupakan hal yang tidak asing didengar.

Topografi berasal dari 2 kata bahasa Yunani, yaitu “topos” yang berarti tempat dan “grapho” yang berarti menulis atau menggambar. 

Secara harfiah, topografi adalah studi tentang bentuk permukaan bumi seperti wilayah dataran tinggi-dataran rendah dan kecuraman lembah. 

Dalam studi topografi terdapat dua teknik yang diterapkan, yaitu survey secara langsung dan penginderaan jarak jauh (remote sensing). 

Survey secara langsung, yaitu petugas pengukuran (surveyor) melakukan pengukuran di tempat yang akan dipetakan. Sedangkan penginderaan jarak jauh (remote sensing) menggunakan teknologi dengan menggunakan pesawat terbang tanpa awak atau teknologi drone. 

Baca Artikel  Mari Kenali Jenis-jenis Bahan Galian Tambang

Namun survey secara langsung tetap sangat diperlukan untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat tentang keadaan suatu permukaan lahan.

Survei topografi merupakan metode yang digunakan untuk menentukan posisi tanda-tanda (features) di atas permukaan tanah, baik permukaan tanah yang masih asli (nature) maupun yang telah dikelola oleh manusia, misalnya wilayah pertambangan, perkotaan, dll. 

Survei topografi digunakan untuk menentukan konfigurasi medan (terrain) dengan mengumpulkan data yang diperlukan untuk gambar peta topografi. 

Gambar peta dari gabungan data akan membentuk suatu peta topografi yang kompleks. Misalnya topografi yang memperlihatkan karakter vegetasi dengan memakai tanda-tanda yang sama, seperti halnya jarak horizontal di antara beberapa features dan elevasinya masing-masing.

Baca Artikel  Yeay! Indonesia Siap Ketiban ‘Rezeki Nomplok’ Rp 465 Triliun

Dalam pengukuran topografi ada beberapa metode, yaitu metode terestris, metode fotogrametri dan metode remote sensing. Pengukuran metode terestris sering dilakukan karena surveyor berada langsung pada objek yang dipetakan. 

  1. Metode terestris digunakan untuk menghasilkan peta topografi skala besar dan menjadi salah satu syarat teknis dalam perencanaan rekayasa sipil. 
  2. Metode fotogrametri merupakan metode pengukuran tidak langsung terhadap area yang dipetakan. Metode ini menghasilkan foto udara dan sering digunakan untuk pemetaan wilayah cakupan yang luas dengan menghasilkan peta skala kecil. 
  3. Metode remote sensing merupakan pemetaan paling cepat dan cukup ekonomis untuk kepentingan pemetaan wilayah yang luas. Metode ini menggunakan satelit yang dilengkapi dengan sensor dan menghasilkan peta citra satelit.
Baca Artikel  Bangka Belitung, dari Tambang Timah Menjadi Pariwisata Indah

Melihat penjelasan di atas, dapat disimpulkan tentu pemetaan topografi sangat penting bagi dunia pertambangan. Hal tersebut lantaran topografi akan memberikan gambaran sedekat mungkin dengan keadaan sesungguhnya wilayah pertambangan yang akan dikerjakan nantinya. 

Mungkin kalian suka baca :

Artikel Terbaru

Artikel Populer