Selasa, April 16, 2024
Berita TambangPerlukah Digitalisasi dalam Industri Pertambangan?

Perlukah Digitalisasi dalam Industri Pertambangan?

ilmutambang.com – Dalam industri pertambangan, digitalisasi tentu bukanlah hal yang baru. Sebagian besar perusahaan tambang telah mengimplementasikan digitalisasi demi mempermudah pekerjaan di tambang.

Sebagai contoh dalam mengolah, memonitor, dan mengontrol sistem pengolahan air tambang, saat ini beberapa perusahaan tambang sudah banyak yang menggunakan aplikasi digital bernama Mastermine. Sistem yang terintegrasi secara digital ini, dapat meningkatkan efektifitas manajemen limbah tambang.

Tapi yang menjadi pertanyaan, pentingkah bagi industri pertambangan untuk menjalankan transformasi digital dalam keseluruhan aspek? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, langsung simak yuk penjelasannya di bawah ini:  

  1. Digitalisasi Membantu Membuat Keputusan Cerdas 

Operasi tambang melibatkan banyak sekali data, tetapi ini terlalu banyak untuk diproses oleh operator manusia. Maka diperlukan peralatan digital seperti, advanced process control, AI, Big Data, komputasi Cloud, digital twins, augmented reality, dan IoT.

Semua peralatan digital di atas tentu dapat digunakan untuk mengumpulkan dan mengolah data untuk pengambilan keputusan yang cerdas. 

  1. Perbaikan Proses 
Baca Artikel  Anak Usaha Perusahaan Induk Kideco Pinjamkan Dana ke Anak Usaha Lainnya

Digitalisasi mempercepat proses peningkatan produktivitas melalui analisis yang menghasilkan prediksi dan preskripsi berdasarkan data yang ada.

  1. Keberlanjutan 

Peralatan digital dapat diaplikasikan untuk pengelolaan air, pengelolaan limbah dan pengelolaan energi. Sehingga membantu perusahaan tambang untuk tidak hanya mematuhi undang-undang yang berlaku tetapi juga untuk secara aktif mengupayakan keberlanjutan. 

  1. Menciptakan Nilai 

Peralatan digital dapat menganalisa seluruh proses perusahaan dan mengidentifikasi proses mana yang dapat menciptakan nilai terbesar bagi para pemangku kepentingan dan proses mana yang memiliki dampak terbesar pada keuntungan.

Beberapa tren teknologi yang umum digunakan dan diperkirakan akan berdampak signifikan pada industri pertambangan:

  • Otomasi Dan Operational Hardware

Penggunaan perangkat keras untuk pengotomatisasian dan mengoptimalkan kegiatan dan proses operasional yang tidak efisien, manual dan berisiko. Teknologi sensor, pesawat tak berawak (UAV), pencetakan 3D dan kendaraan yang dikendalikan dari jarak jauh.

  • Digitally-Enabled Workforce
Baca Artikel  Dorong Ekosistem Mobil Listrik, RI-Australia Jalin Kerja Sama Tambang Mineral

Penggunaan teknologi virtual dan augmented reality yang memungkinkan pekerjaan lapangan dan di luar kantor dilakukan secara jarak jauh dari kantor.

  • Perusahaan, Platform, Dan Ekosistem Terintegrasi

Teknologi ini adalah integrasi teknologi informasi (TI) dan teknologi operasional (OT), asset cybersecurity and sourcing, serta pertukaran data. Sehingga informasi dapat diakses dengan aman dalam satu platform dari mana saja dan perangkat apa saja dari jarak jauh

  • Next-Generation Analytics and Decision Support

Aplikasi advanced analytics, simulation modeling, dan artificial intelligence ini akan memproses data untuk menghasilkan keputusan real-time dan proyeksi masa depan. 

  • The Digital Twin

Teknologi ini dapat menciptakan kembaran digital untuk setiap mesin, sehingga orang dapat mensimulasikan seluruh proses otomasi termasuk efek pada mesin B dan C, saat ia menyesuaikan pengaturan pada mesin A. Ini untuk meningkatkan produktivitas secara signifikan, karena komputer dapat mensimulasikan skenario dalam jumlah tak terbatas. 

Baca Artikel  Kenapa Batuan Tambang Tidak Bisa Terbakar?

Kawan tambang, digitalisasi industri tambang akan memberikan berbagai dampak yang menarik. Mulai dari ketahanan produk, penggunaan energi dan banyak hal lainnya yang belum dapat dibayangkan.

Mungkin kalian suka baca :

Artikel Terbaru

Artikel Populer