Minggu, Mei 26, 2024
Berita TambangPermintaan Nikel Ore Diproyeksi Meningkat Tajam di 2022

Permintaan Nikel Ore Diproyeksi Meningkat Tajam di 2022

Permintaan nikel ore dalam negeri meningkat seiring dengan beroperasinya sejumlah smelter pengolahan nikel pada tahun ini.

Pada 2022, permintaan nikel ore dalam negeri diperkirakan melonjak tajam menjadi 100 juta ton, atau naik 30 persen dibandingkan dengan 2021.

Proyeksi tersebut didasarkan pada potensi menguatnya permintaan nikel yang dibarengi beroperasinya empat perusahaan smelter nikel di 2022.

Salah satunya adalah pabrik smelter milik PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) di Kawasan Industri Morosi, Konawe, Sulawesi Tenggara.

Peningkatan permintaan tersebut juga ditopang oleh adanya pabrik precursor katoda dengan pabrik baterai untuk kendaraan listrik di Jawa Barat.

Keberadaan industri hilir yang dibangun GNI diyakini memberikan angin segar bagi permintaan nickel ore.

Baca Artikel  Mantab! Limbah Batubara Disulap jadi Perhiasan Cantik

Di samping itu, produksi nikel turut dipengaruhi oleh keberadaan alat berat dan cuaca. Faktor cuaca menjadi salah satu penentu produksi nikel.

Baca Juga: Keran Dibuka, Kideco Ekspor 51.000 Ton Batubara

Dari 332 izin usaha pertambangan (IUP) nikel, baru sekitar 20 IUP yang mendapat persetujuan RKAB dari pemerintah. Dari 1.891 jumlah permohonan RKAB mineral, baru 416 RKAB yang disetujui. Sisanya 307 ditolak, 552 dikembalikan, dan 616 RKAB masih dalam proses.

Sementara itu, realisasi produksi olahan nikel terbesar pada 2021 adalah feronikel yang mencapai 1,58 juta ton. Kemudian disusul nickel pig iron dan nickel matte masing – masing 799.600 ton dan 82.300 ton.

Baca Artikel  Pengeboran Tambang Aman Melalui Metode Drilling & Blasting

Tahun ini, produksi olahan nikel dapat mengalami peningkatan. Feronikel ditargetkan meningkat menjadi 1,66 juta ton, nickel pig iron 831.000 ton, dan nickel matte 82.900 ton.

Mungkin kalian suka baca :

Artikel Terbaru

Artikel Populer