Jumat, Mei 14, 2021

Presdir INDY : Sustainability Kunci Gasifikasi Batubara

Presiden Direktur Indika Tbk (INDY) Arsjad Rasjid, mengatakan salah satu kunci berjalannya proyek gasifikasi batubara ke depannya yaitu adanya keberlanjutan (sustainability), sehingga bisa membantu pemerintah mengurangi impor, termasuk impor liquefied petroleum gas (LPG).

Saya melihat penting sekali apa yang diupayakan pemerintah. Ke depan, kuncinya adalah sustainability, dari sisi kami melihat bagaimana kontribusi batubara membantu keran impor kita lebih rendah, kalau bisa tidak ada,” kata Arsjad pada Rabu (24/03/2021).

Selain itu, Arsjad menambahkan, tantangan terbesar dalam hilirisasi ini adalah strategi industri. Dengan produksi Dimethyl Ether (DME)  mencapai 6-7 juta nantinya bisa digunakan sebagai pengganti dari LPG sehingga tidak ada impor.

“Tapi kita mesti mikir jangka panjang bagaimana to make sure over supply, musti melihat bagaimana impor sekarang kebutuhan menurun, supaya economic skill penting. Produksi batubara Indonesia besar. DME berapa besar sebagai replacement, harus ada strategi, suplai demand harus di-manage.”

Selanjutnya, menurut Arsyad, pemerintah juga harus memberikan insentif yang tepat untuk program hilirisasi agar tidak sampai sampai salah langkah. Di samping itu,  dalam membuat strategi, pemerintah diharapkan mampu mengintegrasikan antarstrategi dan antarsektor industri, sehingga ke depannya tidak ada tumpang tindih.

“Bicara strategi besar harus integrated ke depannya, lebih jelas. Mesti dilihat juga insentif mana untuk mendorong pembangunan hilirisasi. Jangan sampai salah langkah. Kita mesti create value added tersebut. Bukan hanya di industri batubara, tapi juga dari industri gas dan lain-lain supaya tak ada tumpang tindih,” tandasnya.

Lebih lanjut, Arsyad menegaskan proyek hilirisasi harus diimplementasikan bersama-sama,  antara satu pemangku kepentingan dengan pemangku kepentingan lainnya, serta antarpelaku usaha sendiri.

Baca Juga : Ini Manfaat Gasifikasi Batubara untuk Negara Kita!

“Saya melihat kita harus kerja sama, gotong royong supaya negara kita bisa lebih maju lagi,” timpalnya.

Untuk diketahui, pada ada 7 Desember 2020, INDY sudah ikut serta dalam proyek hilirisasi batubara yang bekerjasama dengan PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dan PT Pertamina. Ketiganya sudah mengesahkan Nota kesepahaman (MoU) kerja sama pengembangan proyek gasifikasi batubara menjadi DME dengan PT Berkah Bomba Energi, anak usaha Bomba Grup.

Related Articles

Indonesia
94,857
Total active cases
Updated on May 14, 2021 10:50 am

Latest Articles