Minggu, April 14, 2024
Berita TambangRahasia Reklamasi Sukses, Ternyata Pakai Tanaman Ini!

Rahasia Reklamasi Sukses, Ternyata Pakai Tanaman Ini!

ilmutambang.comPerencanaan reklamasi lahan bekas tambang harus dilaksanakan berbarengan di samping aktivitas pertambangan yang terus berjalan. Hal tersebut bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan dan ekosistem sekitar area tambang. 

Dalam reklamasi tambang terdapat kegiatan yang penting dilakukan, yaitu revegetasi. Tujuan revegetasi untuk memulihkan kembali kesuburan lahan pasca tambang seperti lingkungan sedia kala.

Keberhasilan dalam pengembalian ekosistem lahan bekas tambang perlu memperhatikan jenis tanaman. Ada 3 jenis tanaman yang dapat ditanam secara bertahap pada lahan bekas tambang, yaitu tanaman cover crops, tanaman pokok atau fast growing, dan tanaman sisipan

  1. Tanaman Cover Crop

Salah satu proses yang dilakukan dalam proses revegetasi lahan pasca tambang adalah melakukan penutupan lahan dengan tanaman penutup lahan (Legume Crop Cover). 

Tanaman Legume Crop Cover (LCC) memanfaatkan tanaman khusus yang ditanam untuk memperbaiki struktur tanah melalui memperbaiki sifat fisik, sifat kimia dan perlahan memperbaiki sifat biologis.

Baca Artikel  8 Jenis Pekerjaan di Industri Tambang yang Wajib Diketahui

Penanaman legum corp akan menambah bahan organik dan unsur hara dalam tanah. Sehingga membantu proses suksesi dari sebuah vegetasi yang secara alami melakukan perbaikan pada tanah.

Tanaman penutup lahan adalah jenis tanaman kacang–kacangan (Leguminosa). Tanaman jenis ini akan mengikat nitrogen dari udara bebas, karena mampu bersimbiosis dengan bakteri Rhizobium yang menginfeksi akar tanaman dan membentuk bintil akar, sehingga menambah ketersediaan nitrogen di dalam tanah.

Jenis-jenis tanaman penutup lahan yang biasa digunakan yaitu Calopogonium Caeruleum (CC), Pueraria Javanica (PJ), Calopogonium Mucunoides (CM), Centrosema Pubescens (CP), Mucuna Cochinchinensis (MC) dan Mucuna Bracteata (MB).

  1. Tanaman Fast Growing

Tanaman pokok (fast growing) merupakan tanaman yang ditanam pada awal kegiatan penanaman karena bersifat cepat tumbuh. Karena cepat tumbuh maka membantu proses revegetasi lahan dengan meningkatkan kesuburan lahan.

Tanaman pokok bermanfaat untuk memecahkan laju angin, mengurangi intensitas cahaya masuk, serta meningkatkan dan menstabilkan kelembaban udara. Juga menciptakan iklim mikro yang sesuai bagi ekosistem hutan yang terbentuk dan memberikan guguran daun yang menjadi seresah sehingga membantu memenuhi kecukupan bahan organik bagi tanah. 

Baca Artikel  Bukit Arosbaya, Wisata Menakjubkan Dinding Tambang Madura

Jenis tanaman ini memiliki daur masa tebang maksimal 15 tahun. Maka tanaman lainnya akan mudah tumbuh sehingga terbentuk ekosistem atau suksesi primer yang baru.

Beberapa jenis tanaman pokok di antaranya sengon, pinus, turi, ketapang, trembesi, eukaliptus dan lamtoro. 

  1. Tanaman Sisipan

Tanaman sisipan adalah tanaman lokal endemik hutan atau tanaman buah-buahan yang ditanam di sela tanaman pokok reklamasi. Tanaman sisipan ditanam untuk memperkaya jenis tanaman dan mempercepat terbentuknya ekosistem mikro. Itu dapat dilihat dari jumlah satwa yang datang ke lokasi tersebut.

Tanaman sisipan ini sangat penting untuk mencegah terjadinya erosi tanah, penyebaran debu dan meminimalisir kebisingan. Guguran daun dari tanaman ini juga dapat membantu dalam proses penyuburan tanah karena menghasilkan bahan organik yang tinggi.

Baca Artikel  Berlian dan Batubara: Sama-sama Karbon, Tapi Kok Warnanya Bisa Beda?

Beberapa macam tanaman sisipan yang dapat ditanam pada lahan reklamasi bekas tambang di antaranya seperti pohon pinang, lamtoro gung, mersawa, kapur, ulin dan gaharu.

Penanaman tiga jenis tanaman reklamasi ini untuk membantu keberhasilan reklamasi. Diawali dengan penanaman tanaman penutup untuk meningkatkan kesuburan tanah, dilanjutkan penanaman fast growing untuk membentuk tutupan atas pada lahan dan menciptakan iklim mikro lingkungan sekitar sehingga tercipta ekosistem baru dan tanaman sisipan untuk mempercepatkan terbentuknya ekosistem.

Demikian penjelasan mengenai jenis tanaman revegetasi dan reklamasi tambang. Jika kamu tertarik dengan informasi seperti ini atau informasi pertambangan lainnya, bisa mengunjungi website Ilmu Tambang untuk eksplorasi lebih jauh. Atau bisa juga follow instagram Ilmu Tambang di @ilmutambang.id untuk mendapatkan update tambang terbaru setiap harinya.

Mungkin kalian suka baca :

Artikel Terbaru

Artikel Populer