Senin, April 15, 2024
MinerbaBatubaraSarat Sejarah! 7 Fakta Menarik Tambang Batubara Ombilin

Sarat Sejarah! 7 Fakta Menarik Tambang Batubara Ombilin

Tambang batubara ombilin yang terletak di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, memiliki sederet fakta menarik dalam catatan sejarah.

Pasalnya kawasan tambang merupakan cagar budaya yang ditetapkan oleh pemerintah daerah.

Selain itu, tempat ini menjadi salah warisan yang diakui oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Secara geografis, Kota Sawahlunto terletak di lembah yang sempit di sepanjang pegunungan Bukit Barisan sehingga berbentuk bagaikan kuali.

Oleh sebab itu, warga sekitar kerap menyebutnya sebagai Kota Kuali.

Kawasan Tambang Batubara Ombilin di Sawahlunto sendiri terbilang cukup unik. Tambang ini bahkan disebut-sebut mirip tambang batubara Belgia.

Agar tak semakin penasaran, berikut dituliskan 6 fakta menarik tentang tempat tersebut.

  • Terpilih karena Unggul
Baca Artikel  Tanpa Disadari, Kontribusi Tambang Besar Bagi Indonesia

Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto dianggap unggul dalam dua kategori Nilai Universal Luar Biasa (Outstanding Universal Value) sehingga terpilih menjadi Warisan Dunia UNESCO. 

Pertama dalam kriteria II, tambang batubara Ombilin Sawahlunto menunjukkan adanya pertukaran informasi dan teknologi lokal dengan teknologi Eropa, khususnya di Asia Tenggara. 

Sedangkan di kriteria IV, tentang contoh luar biasa dari tipe bangunan, karya arsitektur dan kombinasi teknologi menggambarkan tahapan penting dalam sejarah manusia.

  • Tambang Batubara Tertua di Indonesia

Sawahlunto dikenal sebagai situs tambang batubara tertua di Asia Tenggara.

Seperti yang sampaikan di atas, Sawahlunto secara geografis terletak di lembah yang sempit di sepanjang pegunungan Bukit Barisan.

Baca Artikel  Bekas Tambang di Bangka yang Kini Jadi Agrowisata

Baca Juga: Indonesia Termasuk Produsen Batubara Terbesar ke-4 di Dunia

Kota itu sendiri dikelilingi oleh beberapa bukit, yaitu Bukit Polan, Bukit Pari, dan Bukit Mato. 

Eksploitasi batubara di Sawahlunto dilakukan sejak abad ke-19. Sejak itu, daerah pedesaan ini berkembang dan menjadi lokasi penambangan.

Mungkin kalian suka baca :

Artikel Terbaru

Artikel Populer