Sarat Sejarah! 7 Fakta Menarik Tambang Batubara Ombilin

  • Satu-satunya Tambang Batubara Bawah Tanah di Indonesia

Pertambangan batubara di Ombilin mulai beroperasi lebih dari satu abad.

Dahulu tambang ini dikelola oleh pemerintah kolonial hingga akhirnya pengelolaan berpindah ke PT Bukit Asam Tbk.

UPO di Sawahlunto ini merupakan satu-satunya tambang batubara bawah tanah di Indonesia/

  • Kota Industri pada Masanya

Semasa pengembangannya pada abad ke-19,perusahaan pertambangan merancang lokasi penambangan Sawahlunto menjadi lima kegiatan spasial.

Di antaranya industri tambang batubara, area komersial dan perdagangan, area pemukiman, wilayah administrasi, dan utilitas kesehatan.

Hindia Belanda juga membangun Pelabuhan Emmahaven dan menjadi pelabuhan pengiriman untuk ekspor batubara, menggunakan kapal uap SS Sawahlunto dan SS Ombilin-Nederland.

Baca Artikel  Simak 5 Daerah Penghasil Timah Terbesar RI

Keadaan ini secara signifikan telah mengubah lanskap pedesaan Sawahlunto menjadi situs industri.

  • Pernah Mempekerjakan Orang Rantai

Cerita sejarah yang miris dan menyayat hati pernah terjadi Sawahlunto. Dahulu para, tahanan kriminal dan politik dari wilayah Jawa dan Sumatra dibawa ke tempat ini.

Selama pengiriman ke Sawahlunto kaki, tangan dan leher mereka diikat. Selanjutnya, di Sawahlunto, mereka dipekerjakan sebagai kuli tambang batubara dengan kaki, tangan, dan leher masih dirantai.

Mereka dijuluki orang rantai atau ketingganger dalam bahasa Belanda.

  • Masih Ditemukan Peninggalan Sejarah

Di kawasan Tambang Batubara Ombilin kita masih bisa menemukan beberapa peninggalan asli. Seperti terowongan Mbah Soero, perumahan pekerja dan pekerja tambang (Tangsi Baru dan Tanah Lapang), pemfilteran batubara, dan pabrik kereta api.

  • Mirip Pertambangan Belgia
Baca Artikel  Bekas Tambang di Bangka yang Kini Jadi Agrowisata

Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto memiliki kemiripan dengan Major Mining Sites of Wallonia (Belgia).

Situs ini mempunyai kesamaan dalam infrastruktur pertambangan dan perekrutan tenaga kerja.

Menurut International Collieries Studies (ICOMOS), Sawahlunto memenuhi kategori kompleks tambang batubara besar seperti Chatterley-Whitfield Colliery, Inggris dan Zollern 2-4 Colliery, Jerman.