Apabila berbuka puasa dengan cepat dilakukan, salah satu penambang mengumandangkan azan dan sejurus kemudian para pria itu membagi diri menjadi dua atau tiga saf untuk shalat magrib sebelum kembali ke pekerjaan mereka yang sulit dan berbahaya.
Mengacu pada catatan sejarahnya, tambang batubara Bosnia, termasuk yang ada di Zenica, selama ini dirawat dengan buruk, dan hampir tidak ada investasi dan modernisasi karena wilayah itu dilanda konflik etnis pada tahun 1990-an.
Salah seorang penambang yang bernama Fuad Hadzic dalam ceritanya membagikan kisahnya selama bekerja di pertambangan Bosnia.
Ia menjadi salah satu penambang yang selamat dari keruntuhan maut di tambang Zenica pada tahun 2014 silam.
Terjadinya peristiwa itu semakin memperkuat kepercayaan dan keyakinannya kepada Allah SWT.
Pada waktu reruntuhan terjadi, ungkap Fuad, beberapa terowongan tambang lainnya juga ikut runtuh dan menyebabkan Fuad dan 33 penambang lainnya, termasuk lima orang tewas oleh puing-puing, dan yang lainnya terjebak di bawah tanah selama berjam-jam.
“Semoga itu tidak pernah terulang atau terjadi pada orang lain, tetapi orang-orang beriman di antara kita percaya Allah SWT akan menyelamatkan kita, dan kita diselamatkan oleh Allah SWT,” ucap Hadzic.
“Kami mengucapkan semua doa yang kami tahu dengan lantang dan saling mengatakan untuk terus berdoa karena kami tahu hanya Allah SWT yang bisa menyelamatkan kami,” kenangnya.
Hadzic dengan yakin menuturkan, Allah SWT melindunginya di saat-saat paling berbahaya dalam hidupnya dan selalu memberinya kekuatan untuk menjalankan agamanya.
“Saya bekerja di tambang yang sama ini selama 30 tahun dan dengan pertolongan Allah saya selalu berpuasa selama Ramadan. Saya sama sekali tidak merasa kesulitan,” tuturnya.




