Minggu, Mei 26, 2024
Berita TambangSistem Roster, Mekanisme Cuti Pekerja Pertambangan

Sistem Roster, Mekanisme Cuti Pekerja Pertambangan

ilmutambang.com – Pekerja industri pertambangan dikenal sering jarang pulang karena sistem cuti yang berbeda dari pekerja sektor lainnya. Ditambah lokasi pekerjaannya berada di daerah pedalaman atau jauh dari pusat perkotaan. 

Pekerja industri pertambangan itu memiliki sistem sendiri dalam menetapkan hak cuti mereka, yakni dengan sistem roster.

Apa Itu Sistem Roster? 

Sistem roster adalah periode kerja 8:2, artinya 8 minggu bekerja berturut-turut dan 2 minggu berturut-turut istirahat. 

Sistem roster merupakan salah satu dari 2 alternatif periode kerja yang dapat dipilih dan diterapkan oleh industri-industri pertambangan, termasuk perusahaan jasa penunjang di daerah operasi tersebut. 



Dasar hukum sistem roster adalah Pasal 2 ayat (1) Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI No. Per-15/Men/VII/2005 tentang Waktu Kerja dan Istirahat pada Sektor Usaha Pertambangan Umum pada Daerah Operasi Tertentu (Permenakertrans No. Per-15/2005)

Baca Artikel  UCG Hasilkan Bahan Bakar Gas Ramah Lingkungan

Kedua Alternatif Periode Kerja adalah: 

  1. Menerapkan waktu kerja dan waktu istirahat dengan memilih dan menerapkan salah satu dan/atau beberapa alternatif waktu kerja sesuai dengan kebutuhan operasional perusahaan. Dengan pilihan periode kerja secara umum maksimum 2 berbanding 1, maksudnya 2 minggu bekerja berturut-turut dan 1 minggu off; atau
  2. Menerapkan periode kerja maksimum 10 minggu berturut-turut bekerja dan 2 minggu berturut-turut istirahat, serta setiap 2 minggu dalam periode kerja diberikan 1 hari istirahat.

Sistem Roster sebagai Sistem Pemenuhan Hak Cuti 

Dalam penerapan ketentuan periode waktu istirahat/cuti pada suatu periode kerja, yakni:

  1. Pada periode kerja maksimum 10 minggu berturut-turut dan 2 minggu berturut-turut istirahat. Maka waktu kerja paling lama 12 jam per hari, di luar waktu istirahat selama 1 jam. Hal ini sesuai ketentuan Pasal 2 ayat (2) Permenakertrans No. Per-15/2005.
  2. Pelaksanaan waktu istirahat antara jam kerja, lebih lanjut diatur dalam perjanjian kerja. Yaitu Peraturan Perusahaan atau Perjanjian Kerja Bersama, sebagaimana ketentuan Pasal 79 ayat (2) huruf a UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan jo.  Pasal 3 Permenakertrans No. Per-15/2005.
  3. Jika pada hari libur resmi jatuh bersamaan pada suatu periode kerja yang telah dipilih dan ditetapkan oleh perusahaan sebagaimana tersebut di atas, maka hari libur resmi dianggap sebagai hari kerja biasa, sebagaimana ketentuan Pasal 85 ayat (1) UU No. 13 Tahun 2003 jo Pasal 7 Permenakertrans No. Per-15/2005.




Hak Cuti Tahunan Pekerja Industri Pertambangan dalam Sistem Roster

Berdasarkan analisis pasal-pasal tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak ada ketentuan yang menyebutkan meleburkan atau menghapuskan hak cuti tahunan, sebagaimana diatur oleh Pasal 79 ayat (2) huruf c UU No. 13 Tahun 2003 disatukan/melebur dalam istirahat periode kerja. 

Maksudnya, hak istirahat periode kerja dalam sistem roster berbeda dengan hak cuti tahunan sebagai hak dasar setiap pekerja/buruh. Artinya sekurang-kurangnya 12 hari kerja efektif setelah pekerja/buruh yang bekerja selama 12 bulan secara terus-menerus. 

Baca Artikel  3 Langkah yang Perlu Dilakukan dalam Reklamasi Pertambangan

Sehingga, hak cuti tahunan tetap melekat dan menjadi hak pekerja/buruh, walau terdapat pengaturan istirahat periode kerja, dengan sifat dan karakteristik pekerjaannya ada istirahat antar periode kerja yang relatif lama dan lamanya hampir sama dengan hak cuti tahunan. 

Gimana Kawan Tambang, sudah paham mengenai sistem roster dalam ketenagakerjaan industri pertambangan? Menurut kamu sendiri, apakah sistem ini sudah berkeadilan bagi pemenuhan hak cuti pekerja di industri ini? Atau malah sebaliknya? 

Baca Artikel  Real Time Coal Analyzer, Solusi Terkini Pengendalian Batubara

Mungkin kalian suka baca :

Artikel Terbaru

Artikel Populer