Tahun 2021 Harga Komoditas Tambang Bakal Naik!

Tahun 2021 Harga Komoditas Tambang Bakal Naik!

Tembaga diproyeksikan bakal menjadi komoditas paling ciamik pada 2021 mengingat penggunaannya di sektor yang sangat beragam mulai dari konstruksi, perkakas hingga untuk jaringan listrik.

Pada 18 Desember lalu, bahkan harga tembaga menyentuh level US$ 8.000/ton untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun terakhir. 

Kenaikan harga tembaga dipicu oleh ketatnya pasokan di tengah tingginya permintaan.

Namun tetap hati-hati karena reli harga tembaga yang sudah tinggi bisa saja berbalik arah apabila tidak didukung dengan peningkatan di pasar fisiknya.

Harga komoditas tambang lain yaitu batubara pun diramal masih cerah. Namun, harga kontraknya yang sudah terlampau tinggi di atas US$ 80 per ton rawan terkoreksi. 

Baca Artikel  Menelisik Potensi Perkembangan Emas di Jawa Timur

Setelah mengalami koreksi sehat, reli harga batubara berpotensi lanjut di tahun 2021.

Kemungkinan pulihnya kembali ekonomi global pada 2021 diperkirakan akan mendorong rebound jangka pendek dalam permintaan batubara menyusul penurunan besar tahun ini yang dipicu oleh krisis Covid-19.

Berdasarkan asumsi pemulihan ekonomi dunia, diperkirakan permintaan batubara global akan meningkat kembali sekitar 2,6% pada tahun 2021. 

Hal itu didorong oleh permintaan listrik dan output industri yang lebih tinggi di kawasan Asia, terutama China, India, dan Kawasan Asia Tenggara.

Ekonomi China, India, dan Asia Tenggara bertanggung jawab atas sebagian besar pertumbuhan, meskipun Amerika Serikat dan Eropa mungkin juga mengalami kenaikan konsumsi batubara pertama mereka dalam hampir satu dekade.  

Baca Artikel  Mengulas Lebih Dekat Fungsi Smelter di Pertambangan