Tahun 2021 Harga Komoditas Tambang Bakal Naik!
Namun, permintaan batubara global pada 2021 diperkirakan masih akan berada di bawah level 2019 dan bahkan bisa lebih rendah jika asumsi laporan untuk pemulihan ekonomi, permintaan listrik, atau harga gas alam tidak terpenuhi.
Beralih ke komoditas lainnya yaitu minyak, jajak pendapat yang dilakukan oleh Reuters kepada 39 ekonom dan analis menunjukkan bahwa harga minyak khusus untuk Brent diperkirakan masih akan berada di kisaran US$ 50,7 per barel.
Sedangkan untuk harga minyak mentah West Intermediate (WTI) diprediksi bergerak di kisaran US$ 47,45 per barel pada 2021.
Harga minyak belum kembali pulih ke level pra-pandemi mengingat pembatasan sosial masih terjadi di mana-mana.
Permintaan minyak juga masih rendah. Di saat yang sama menjadi ancaman lain yang berpotensi menyulut maraknya lockdown.
Setelah memangkas output secara besar-besaran pada 2020, para kartel minyak yang terdiri dari Arab Saudi, Rusia dan koleganya (OPEC ) sepakat untuk menaikkan produksi 500 ribu barel per hari (bph) mulai Januari nanti.
Bahkan jika harga minyak tetap di kisaran US$ 45-55 per barel, Rusia berencana untuk mengusulkan produksi digenjot lagi sebesar 500 ribu bph mulai Februari.
Kemudian untuk CPO, harga minyak nabati yang sudah sangat tinggi juga rawan mengalami koreksi.
Namun outlook sampai ke kuartal pertama tahun 2021 masih positif dengan adanya pola iklim La Nina. Setelahnya harga CPO berpotensi terkoreksi.
Harga CPO yang mahal akan membuat konsumen akan beralih ke komoditas substitusi lainnya.
Di sisi lain, perbaikan produksi di Indonesia juga akan turut menekan harga.




