Mengenal Teknik Peledakan dalam Kegiatan Tambang

Gudang bahan peledak ini dibagi menjadi 3, yaitu Gudang Detonator, Gudang Dinamit dan Gudang Bahan Ramuan. Selain itu, terdapat On Site Plant, sebagai fasilitas produksi bahan peledak yang berada langsung di lokasi tambang dan Mobile Manufacturing Truck (MMT) yang akan membawa ‘ramuan’ ke lokasi peledakan.

Pintu gudang bahan peledak dilengkapi dengan tiga buah kunci, yang masing-masing dipegang oleh petugas gudang, polisi dan security. Pengambilan dan pengembaliannya harus benar, teliti dan disaksikan oleh polisi, petugas gudang dan security.

Sementara priming yaitu pemasangan detonator atau detonating cord ke dalam dinamit/booster dilakukan saat proses pengisian lubang tembak atau down the hole.

Primer yang siap dimasukkan ke dalam lubang tembak, diisi emulsion matriks dengan memompakan emulsion matrix menggunakan Mobile Manufacturing Truck (MMT). Setelah itu, lubang tembak ditutup dengan agregat atau cutting bor, ini disebut stemming. Selanjutnya perangkaian (tie-up) antar lubang ledak.

Baca Artikel  Siapa Sangka, 4 Daerah Ini Jadi Penghasil Bauksit Terbesar Indonesia

Tahapan yang menegangkan adalah peledakan dan final check. Proses pelaksanaan peledakan diawali dengan meeting kecil oleh petugas DAHANA (petugas kontraktor dan petugas dari pemilik konsesi).  

Ini untuk memastikan semua lokasi telah aman dan bersih dari alat dan manusia dalam radius aman 300 meter dari peledakan untuk alat, radius 500 meter untuk manusia.

Kawan tambang, setelah semuanya dinyatakan aman maka sirine dibunyikan sebanyak tiga kali dan dilanjutkan dengan penghitungan mundur. Setelah itu, dilakukan pengecekan pasca peledakan untuk memastikan seluruh rangkaian telah meledak sempurna dan tidak ada misfire. 

Baca Artikel  PT Kideco Jaya Agung Raih Penghargaan ‘Tata Bandha 2023’