Minggu, April 14, 2024
Berita TambangTensi Rusia-Ukraina Memanas, Harga Nikel Melesat 2,5%

Tensi Rusia-Ukraina Memanas, Harga Nikel Melesat 2,5%

Harga Nikel Melesat – Pada Senin (14/2/2022) pukul 13.02 WIB harga nikel dunia tercatat US$ 23.620/ton, melesat 2,5% dibandingkan dengan harga penutupan akhir pekan lalu.

Eskalasi geopolitik Rusia dan Ukraina dikhawatirkan akan mengganggu pasokan nikel di tengah persediaan nikel yang terus menipis.

Rusia adalah produsen nikel terbesar nomor 3 di dunia dengan produksi 280.000 ton pada tahun 2020. Sehingga memiliki pengaruh terhadap pergerakan harga nikel dunia.

Ketegangan di perbatasan Ukraina karena Rusia sudah menyiagakan armada tempur. Membuat negara-negara Barat cemas jika Negeri Beruang Merah akan menginvasi Ukraina. Karena ada kemungkinan Rusia akan menyerang Ukraina dalam hitungan hari.

Ukraina merupakan bekas bagian dari republik Soviet. Secara sejarah, Ukraina punya ikatan sosial budaya yang mendalam dengan Rusia. Bahasa Rusia pun dipakai secara luas di Ukraina.

Baca Artikel  Sektor Tambang Mendorong Ekonomi Nasional

Ukraina sudah dua kali melakukan revolusi, yaitu pada tahun 2005 dan 2014. Itu terjadi karena mereka menolak supremasi Rusia dan Ukraina mencari jalan untuk bergabung dengan Uni Eropa dan NATO.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengklaim kalau Rusia dan Ukraina adalah satu bagian dari peradaban Rusia. Klaim itu sudah ia nyatakan berulang kali. Akan tetapi, Ukraina menolak klaim dan pernyataan Putin itu. Dalam sejarahnya,

Pada akhir 2013 terjadi kesepakatan politik dan perdagangan penting dengan Uni Eropa. Pada tahun 2014, muncul revolusi di Ukraina. Protes yang terjadi selama berbulan-bulan itu telah menggulingkan presiden Ukraina yang pro-Rusia bernama Viktor Yanukovych.

Baca Juga: Permintaan Nikel Ore Diproyeksi Meningkat Tajam di 2022

Baca Artikel  Keren! 5 Aplikasi ini Sering Dipakai Pekerja Tambang

Kekosongan kekuasaan ini dimanfaatkan Putin untuk mengambil alih wilayah Krimea, daerah otonom di semenanjung Ukraina. Putin juga mendukung pemberontak di provinsi tenggara Donetsk dan Luhansk.

Dalam beberapa hari, Rusia menyelesaikan pencaplokannya dalam referendum yang dikecam oleh Ukraina dan sebagian besar dunia. Mereka menganggap itu sebagai tindakan yang tidak sah.

Uni Eropa dan Amerika Serikat mengancam akan menjatuhkan sanksi kepada Rusia jika menyerang Ukraina. Sanksi ini akan memperburuk pasokan nikel di pasar.

Saat ini persediaan nikel di gudang yang dipantau oleh bursa logam London (LME) tercatat 84.486 ton. Jumlah ini telah turun 68,1% dibandingkan dengan persediaan tertinggi pada April 2021 sebesar 264.606 ton.

Baca Artikel  Mind-Blowing, Jurusan Ini Bisa Kerja di Pertambangan Loh..

Mungkin kalian suka baca :

Artikel Terbaru

Artikel Populer