Kamis, Juli 25, 2024
MinerbaBatubaraYes, Tambang Batubara Masih Legit Bagi Perbankan

Yes, Tambang Batubara Masih Legit Bagi Perbankan

Tambang Batubara Bagi Perbankan – Antara Januari 2019 hingga November tahun lalu, Bank komersial menyalurkan US$1,5 triliun ke industri batubara.

Terdapat 376 bank komersial memberikan pinjaman sebesar US$363 miliar untuk industri batubara antara Januari 2019 dan November 2021.

Batubara merupakan bahan bakar fosil paling banyak menghasilkan emisi karbon, karena itu komoditas tambang tersebut menjadi target utama upaya transisi energi menuju energi baru dan terbarukan.

Pada saat yang sama, bank sering menyatakan ingin membantu transisi energi batubara. Namun kenyataannya hampir tidak ada perusahaan yang melakukan transisi.

Dan mereka memiliki sedikit insentif untuk melakukannya, selama para bankir terus menulis cek kosong kepada mereka.

Baca Artikel  Menelisik Sejarah Dibalik Alkitab Tambang Salomo

Sejumlah kecil lembaga keuangan dari segelintir negara memainkan peran besar dalam menjaga kelangsungan industri batu bara.

Dari sekian banyak lembaga keuangan yang ada, hanya enam lembaga yang berasal dari Amerika Serikat, China, Jepang, India, dan Kanada.

Kumpulan perbankan itu dianggap menjadi pendonor utama atas lebih dari 80 persen pembiayaan dan investasi batubara secara global.

Di saat yang sama, Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bidang Tata Kelola Minerba Irwandy Arif mengatakan, perbankan di Indonesia juga masih memberikan pendanaan untuk industri batu bara.

Baca Juga: Bekas Tambang di Bangka Belitung Jadi Wisata Kece

Dia mengatakan berdasarkan data dari Urgewald pada tahun 2021 sebanyak enam bank RI masih memberikan pinjaman ke perusahaan batu bara yang terdaftar pada Global Coal Exit List (GCEL) 2020.

Baca Artikel  Cara Jitu Membunuh Rasa Jenuh Saat Bekerja di Tambang

Selama periode Oktober 2018 hingga Oktober 2020 total pinjaman mencapai Rp 89 triliun.

“Bank-bank nasional, Urgewald berikan data bahwa bank nasional di Indonesia memberikan pinjaman ke perusahaan batu bara yang terdapat di Global Coal Exit List,” pungkas Arif.

Mungkin kalian suka baca :

Artikel Terbaru

Artikel Populer