9 Insentif Pemerintah Untuk Hilirisasi Batu Bara

Proyek yang berlokasi di Tanjung Enim Sumatera Selatan ini akan menghasilkan 1,4 juta ton DME per tahun, dan status saat ini masih dalam finalisasi kajian dan skema subsidi DME untuk substitusi LPG serta negosiasi skema bisnis proyek. 

  1. Coal to methanol PT KPC atau kerja sama antara PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan Ithaca Group dan Air Product. 

Estimasi COD pada tahun 2024 dengan feedstock batubara sebanyak 5-6,5 juta ton per tahun.

Proyek yang berlokasi di Bengalon Kalimantan Timur ini akan menghasilkan 1,8 juta ton methanol per tahun, dan status saat ini masih dalam finalisasi feasibility study (FS) dan skema bisnis.

  1. Coal to methanol PT Arutmin Indonesia. 
Baca Artikel  Memahami Kontrak Karya untuk Pertambangan

Estimasi COD pada tahun 2025 dengan feedstock batubara sebanyak 6 juta ton per tahun. 

Proyek yang berlokasi di IBT Terminal-Pulau laut Kalimantan Selatan ini akan menghasilkan 2,8 juta ton methanol per tahun, dan status saat ini masih dalam finalisasi kajian (para-FS).

  1. Coal to methanol PT Adaro Indonesia. 

Estimasi COD pada tahun 2025 dengan feedstock batubara sebanyak 1,3 juta ton per tahun. 

Proyek yang berlokasi di Kota Baru Kalimantan Selatan ini akan menghasilkan 660.000 ton methanol per tahun, dan status saat ini masih dalam finalisasi kajian (pra-FS).

Selain itu terdapat juga 3 proyek underground coal gasification (UCG), yang masih dalam tahap skala pilot project, yaitu: 

  1. Proyek UCG PT Kideco Jaya Agung di Kalimantan Timur 
  2. Proyek UCG PT Indominco di Kalimantan Timur 
  3. PT Medco Energi Mining International (MEMI) dan Phoenix Energy Ltd., di Kalimantan Utara.
Baca Artikel  World Coal Association dan Keberlanjutan Batubara Dunia