Minggu, April 21, 2024
Berita TambangMengenal Metode Eksplorasi Geolistrik di Dunia Tambang

Mengenal Metode Eksplorasi Geolistrik di Dunia Tambang

Salah satu metode penting yang dilakukan para pekerja saat bekerja di pertambangan adalah menggunakan metode eksplorasi geolistrik. 

Metode ini banyak dimanfaatkan untuk mengetahui struktur bawah permukaan, sebaran endapan mineral dan batubara, mencari lapisan akuifer air tanah, kajian geologi teknik dan mendeteksi bidang gelincir sebagai upaya mitigasi bencana. Bahkan, metode ini dapat mendeteksi keberadaan candi terdalam di bawah permukaan.

Penggunaan metode eksplorasi geolistrik pertama kali dilakukan oleh Conrad Schlumberger pada tahun 1912. Dalam kinerjanya, metode ini dioperasikan dengan sifat-sifat kelistrikan batuan, yang meliputi tahanan jenis (specific resistivity, conductivity, dielectrical  constant, kemampuan menimbulkan self potential dan medan induksi serta sifat menyimpan potensial lainnya. 

Baca Artikel  Ragam Klasifikasi Batubara yang Anak Tambang Wajib Tahu!

Adapun prinsip pengukuran data dengan melakukan proses injeksi arus ke dalam tanah dan cara ini akan mengukur beda potensial yang dihasilkan melalui batang elektroda. 

Data yang diperoleh dari hasil pengukuran ini adalah nilai resistivitas semu yang dihitung berdasarkan nilai beda potensial, nilai arus, dan nilai faktor geometri dari hasil pengukuran. Nilai resistivitas semu tersebut kemudian diolah menggunakan software sehingga menghasilkan nilai resistivitas sebenarnya untuk menentukan daerah prospek di area eksplorasi.

Alasan mengapa metode ini begitu penting di dunia tambang karena akuisisi data dengan metode ini terbilang mudah dan murah, sehingga mampu mengefisiensikan waktu dan dana pada kegiatan eksplorasi. 

Selain itu, batuan di bawah permukaan bumi memiliki nilai kelistrikan ataupun sifat resistivitas yang berbeda-beda. Dengan adanya sifat resistivitas yang berbeda tersebut maka metode ini mampu untuk diaplikasikan dalam mendeteksi kondisi geologi bawah permukaan.

Baca Artikel  Ini Dia Kapal LCT! Alternatif Pengangkut Batu Bara

Hingga sejauh ini metode geolistrik sudah banyak diterapkan pada berbagai bidang ilmu. Beberapa di antaranya adalah di regional geology untuk mengetahui struktur, stratigrafi dan sedimentasi, hidrogeologi, geohidrologi, geologi teknik, archeology, geothermal, dan minyak bumi. 

Baca Juga : Keren! Ini Alasan Memilih Jurusan Teknik Pertambangan

Perlu diketahui, umumnya metode ini hanya baik untuk eksplorasi dangkal dengan kedalaman maksimum sekitar 200 meter. Jika kedalaman lapisan lebih dari harga tersebut, maka informasi yang diperoleh kurang akurat. 

Hal ini disebabkan dengan bentangan yang besar dengan maksud mendapatkan penetrasi kedalaman di atas 200 m, maka arus yang mengalir akan semakin lemah dan tidak stabil akibat perubahan bentangan yang semakin besar.

Baca Artikel  Mengenal Metode Surface Mining dalam Tambang Batubara

Mungkin kalian suka baca :

Artikel Terbaru

Artikel Populer