Tantangan Sektor Pertambangan RI di Era Industri 4.0

Tantangan Sektor Pertambangan RI di Era Industri 4.0

Di sisi lain, perkembangan teknologi, melahirkan berbagai inovasi untuk meningkatkan kualitas keamanan, produktivitas, dan operasional pertambangan. 

Dengan melihat perkembangan yang ada saat ini, tentu muncul pemikiran bagaimana kegiatan pertambangan dilakukan di masa mendatang.

Pertanyaan-pertanyaan  tentu akan berakhir pada perumusan sejumlah tantangan yang akan dihadapi industri pertambangan di masa depan.

Yang jelas kebutuhan akan komoditas tambang akan semakin besar, seiring bertambahnya populasi penduduk. 

Namun yang ditekankan adalah, bagaimana perubahan yang akan terjadi pada industri pertambangan guna memenuhi kebutuhan yang terus meningkat.

1). Otomatisasi

Otomatisasi meliputi cara perusahaan tambang dalam menerapkan teknologi yang ada untuk memantau, mengendalikan dan mengirimkan produk maupun layanan mereka. 

Baca Artikel  Yuk Cermati Proses Pengolahan Galian Mineral

Hadirnya teknologi otomatisasi bukanlah hal yang baru di industri pertambangan, dan bahkan pertambangan menjadi industri pertama yang menerapkan teknologi otomatisasi, dengan adanya haul truk yang dikendalikan dari jarak jauh.

2). Digitalisasi

Inovasi pada industri pertambangan tidak hanya melulu mengenai operasional saja, tetapi juga dalam prosesnya juga. 

Perusahaan tambang yang profesional, biasanya bekerja berdasarkan data di lapangan sebagai dasar untuk menentukan strategi dan kebijakan.

Sebuah perusahaan tambang asal Amerika, ada yang menerapkan teknologi “Digital Twin”.

Secara teknis, yang dilakukan perusahaan tersebut adalah dengan membuat replika digital dari kondisi areal tambang sesuai dengan yang ada di lapangan. 

Seperti melakukan digitalisasi pada kondisi terowongan bawah tanah lengkap dengan benda-benda yang ada di tempat itu.

Baca Artikel  Keren! 5 Aplikasi ini Sering Dipakai Pekerja Tambang