Tantangan Sektor Pertambangan RI di Era Industri 4.0
Keuntungannya, tidak dibutuhkan peninjauan langsung ke lokasi sehingga meminimalisir resiko yang bisa terjadi dan meningkatkan keamanan serta produktivitas.
Meski teknologi ini sangat terbatas dan hanya beberapa perusahaan tambang yang menerapkannya, di masa mendatang inovasi ini bisa menjadi tumpuan utama.
3). Skill Pekerja
Perusahaan tambang juga dihadapkan pada masalah peningkatan keahlian para pekerjanya.
Sebab adanya inovasi teknologi yang terus berkembang secara cepat, para pekerja harus bisa beradaptasi.
Misalnya, mengemudikan haul truk tidak lagi dilakukan dengan duduk di bangku sopir dan memegang setir, namun bisa dilakukan dari jarak jauh dengan menggunakan perangkat komputer.
Dalam hal ini, pekerja diharuskan memiliki keahlian cara mengoperasikan kemudi truk secara remote itu.
4). Teknologi Komunikasi
Teknologi mengubah cara kita untuk melakukan komunikasi antar sesama, menjadikannya tantangan terbesar dalam industri pertambangan.
Operasional tambang seringkali dilakukan secara terpisah dengan jarak yang cukup jauh. Dalam hal ini teknologi komunikasi memainkan peranan sangat penting.
Hadirnya kecanggihan teknologi, memungkinkan komunikasi dilakukan secara instan dan simultan, memberikan perkembangan secara real-time kegiatan operasional tambang.
Sementara sudah menjadi rahasia umum jika areal pertambangan adalah kawasan yang berbahaya.
Dengan bantuan sensor dan peralatan monitoring yang canggih, perusahaan tambang bisa mendapatkan informasi lebih akurat mengenai kondisi yang ada.
Terlebih ketika terjadi bencana, yang membutuhkan proses evakuasi yang cepat.
Sayangnya kebutuhan teknologi komunikasi yang canggih ini membutuhkan modal dan biaya operasional yang tidak sedikit.
Hal ini menjadi tantangan yang cukup besar bagi perusahaan tambang untuk mencari sumber dana guna memenuhi kebutuhan tersebut.




