Jumat, Juni 14, 2024
MinerbaBatubaraBerkah Batubara Naik, Penjualan Alat Berat Melesat 200%

Berkah Batubara Naik, Penjualan Alat Berat Melesat 200%

Kenaikan harga batubara telah memacu para produsen tambang untuk kembali beroperasi dan meningkatkan produktivitas dengan membeli alat berat untuk menambah jumlah armada dan peremajaan unit.

Pada Januari 2022 penjualan alat berat tercatat menyentuh angka 1.700 unit dan ini di atas rata-rata bulanan pada semester II/2021, yaitu sebesar 1.400 unit. Sementara sepanjang 2021, penjualan alat berat naik 110 persen dari capaian 2020 sebanyak 7.200 unit menjadi 14.560 unit

Tahun 2021 penjualan alat berat PT Kobexindo Tractors Tbk. (KOBX) tercatat US$89,99 juta atau naik 205,1 persen secara year-on-year (YoY). Segmen penjualan unit alat berat menjadi penyumbang tertinggi sebesar 75,42 persen dari total pendapatan secara keseluruhan.

Baca Artikel  Di Perut Bumi! Ini Tempat Ibadah Pekerja Tambang

Berkat meroketnya harga komoditas batubara dan mineral pada akhir 2020.Pencapaian tersebut adalah kinerja terbaik dalam tiga tahun terakhir sebelum pandemi.

Sepanjang 2021 pendapatan KOBX tercatat bertumbuh sebesar 134 persen menjadi US$119,32 juta, meningkat sebesar US$50,97 juta dibandingkan dengan 2020.

Baca Juga: Melimpah, 1,1 Miliar Ton Cadangan Tembaga di NTB

Di samping penjualan alat berat, pendapatan KOBX juga disumbang oleh empat segmen lain yakni penjualan suku cadang, perbaikan dan kontraktor pertambangan, sewa alat berat, serta sewa bangunan.

Segmen sewa sebesar US$4,84 juta yaitu setara 4,05 persen dan sewa bangunan sebesar US$ 701 ribu yaitu setara 0,59 persen terhadap pendapatan secara keseluruhani.

Baca Artikel  Apa Itu Operator Alat Berat dan Berapa Sih Gajinya?

Segmen jasa perbaikan dan kontraktor pertambangan sepanjang 2021 membukukan pendapatan sebesar US$7,70 juta yaitu setara 6,46 persen terhadap total pendapatan. Segmen suku cadang sebesar US$16,09 juta yaitu setara kontribusi 13,48 persen terhadap pendapatan.

Pada 2021 KOBX telah melakukan penambahan lini usahanya yakni penjualan, perbaikan dan penjualan suku cadang khusus untuk heavy duty truck Mercedes-Benz, serta kontraktor pertambangan, sebagai salah satu upaya untuk memperkuat struktur dan portofolio pendapatan.

Baca Juga: 5 Daerah Penghasil Emas Terbesar di Indonesia

Pada akhir tahun lalu KOBX berhasil membalikkan kerugian laba usaha pada 2020 dari minus 5,97 juta dolar AS menjadi 16,41 juta dolar AS.

Sedangkan laba sebesar 13,52 juta dolar AS, setelah 2020 mengalami rugi 10,46 juta dolar AS dapat dialokasikan kepada pemilik induk.

Baca Artikel  Sudah Tahu Fungsi Alat Berat Tambang Untuk Apa Aja?

Hingga akhir 2021, perseroan berhasil meningkatkan posisi kas menjadi 4,68 juta dolar AS dari 1,71 juta dolar AS pada 2020. Sementara total aset meningkat 2,64 persen menjadi 116,53 juta dolar AS.

Mungkin kalian suka baca :

Artikel Terbaru

Artikel Populer